



.
| |||
Fashion Designer / Stylist Internship | |||
This is a PART TIME Unpaid Internship | |||
Location: | Los Angeles CA | ||
Date Posted: | 3/19/2009 2:36:58 AM | | |
Details: | Do you love fashion & music? We are a small, independent music company, created by and representing artist, Mary Arden Collins and the new band ARDEN of EDEN. Right now, we are expanding to gear up for the CD release and are in need of a Fashion Stylist Intern. The position is unpaid, but offers good, practical experience for anyone desiring a career in fashion and music. We pay for or provide all materials. Responsibilities include: 1. Solidifying the band's image, combining bohemian, ethnic, retro and rock styles. 2. Designing and creating new wardrobe pieces for everyday & performance wear. 3. Going through Mary's existing wardrobe and deciding what works and what doesn't . 4. Utilizing ''recycled'' fabrics and clothing to bring new life into new pieces. THE MAIN QUALIFICATION IS: proficient sewing expertise and ability to complete pieces to a creative & professional standard. Please let me know if you are interested and tell me how you are specifically qualified for this position. Please send a link to your MySpace or Facebook page, as well as any portfolio work viewable online. Are you living in Los Angeles? If not, when do you plan to arrive? |
KALENDER PERISTIWA SEJARAH |
5 Oktober 5 Oktober 1945. Pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Mengingat kedatangan Inggris dan situasi mulai tidak aman, pada tanggal 5 Oktober 1945, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan maklumat pembentukan tentara kebangsaan yang diberinama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pemerintah memanggil mantan Mayor KNIL Oerip Sumohardjo ke Jakarta. Kemudian ia menerima pengangkatan dari Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta menjadi Kepala Staf Umum dan ditugasi membentuk tentara. Mulai saat itu dimana-mana dibentuk TKR untuk memperkuat ketahanan nasional. 5 Oktober 1951. Peresmian Sapta Marga Sebagai Pedoman Hidup Prajurit TNI Pada tanggal 5 Oktober 1951, Sapta Marga diresmikan sebagai pedoman hidup dan pangamalan Pancasila dalam kehidupan prajurit TNI. Doktrin ini digunakan sebagai pedoman dalam memberikan arah, menyamakan persepsi dan wawasan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. KSAD membentuk lambaga pendidikan candradimuka untuk menanamkan dan penghayatan Sapta Marga dalam jiwa setiap prajurit. Pengembangan doktrin ini digali dari pengalaman bangsa Indonesia sendiri dan dilaksanakan secara bertahap, sedangkan doktrin asing digunakan sebagai bahan perbandingan saja. |
5 Oktober 1964. Berdirinya Pusat Sejarah TNI Pada tanggal 5 Oktober 1964, suatu badan kesejarahan di lingkungan Staf Angkatan Besenjata (SAB) didirikan dengan Surat Keputusan Menteri Koordinator Kompartemen Pertahanan Keamanan Kepala Staf Angkatan Bersenjata No. M/B/197/64. Badan tersebut diberinama Biro Sejarah SAB seperti tercantum dalam SK-nya ialah mengembangkan moril, esprit de corps, dan mempercepat integrasi mental Angkatan Bersenjata, serta memperkokoh ketahanan bangsa Indonesia bidang moril dan kejiwaan di kalangan anggota-anggotanya, dan di kalangan rakyat pejuang, bangsa Indonesia pada umumnya. Dalam perkembangannya, nama Pusjarah beberapa kali silih berganti. Baru tiga bulan setelah kelahirannya, berubah nama menjadi Pusat Sejarah Angkatan Bersenjata disingkat Pussejab. Pada tanggal 27 April 1966 diganti dengan nama Lembaga Kesejarahan Hankam (Lajarah Hankam), yang berada langsung dibawah Kas Hankam. Sesuai dengan perubahan perkembangan organisasi Dephankam, maka pada tanggal 4 Oktober 1969 Lajarah Hankam diubah menjadi Pusat Sejarah (Pusjarah) ABRI yang langsung bertanggungjawab kepada Menhankam. Pada tanggal 18 Februari 1974 Pusjarah ABRI berubah lagi menjadi Pusat Sejarah dan Perpustakaan ABRI. Dan terakhir diganti menjadi Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI dengan singkatan tetap Pusjarah ABRI sesuai dengan Keppres No. 60 tahun 1983. Seiring dengan perkembangan era reformasi, Pusjarah ABRI menjadi Pusat Sejarah TNI berdasarkan Keputusan Panglima TNI No. Kep.13/X/2001 tanggal 25 Oktober 2001 tentang Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Pusjarah TNI. |
6 Oktober 6 Oktober 1945. Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia di Sumatera Ketika Gubernur Sumatera Mr. T.M. Hassan tiba di Medan dari Jakarta dengan membawa berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pasukan Belanda telah tiba di Medan, sehingga Proklamasi terpaksa belum dapat disiarkan. Pada tanggal 30 September 1945 di gedung Taman Siswa diadakan rapat oleh para pemuda pejuang besenjata yang berhasil mendesak Gubernur Sumatera mengumumkan kepada rakyat Sumatera, bahwa Soekarno-Hatta telah memproklamasikan kemerdekaaan bangsa Indonesia. Akhirnya pada tanggal 6 Oktober 1945 di lapangan Fukereido (sekarang lapangan merdeka) diadakan rapat umum untuk mengumumkan Proklamasi kepada khalayak ramai. Tindakan ini memerlukan keberanian, karena pada waktu itu tentara Jepang masih berkuasa dan tentara Belanda telah tiba pula di Medan. 6 Oktober 1948. Mempertahankan Ponorogo dari Serangan PKI |
|